RESUME
PERTEMUAN KE-5 :
“ MENDESAIN PEMBELAJARAN JARAK JAUH YANG
EFEKTIF DI ERA 4.0 “
Nara Sumber : Indra Charismiadji
Hari : Rabu, 1 April 2020
Pukul : 19.00 WIB – 21.00 WIB
Via :
Aplikasi Webex, “Meeting converence”
Peserta : 69
orang ( live )
Pertemuan ke-5
menggunakan meeting converence dengan aplikasi webex. Dari jumlah peserta
kurang lebih 256, tapi yang bisa mengikuti secara langsung tidak lebih dari 70
orang. Hal ini karena kendala sinyal, aplikasi , maupun kemampuan dari
peserta.Beliau mengawali dengan konsep dasar Pendidikan.4 pilar Pendidikan
(UNESCO) yaitu: siswa belajar untuk tahu (learning
to know), melakukan (learning to do),
menjadi sesuatu (learning to be) dan
hidup bersama (learning to live together).
Yang terpenting dalam
pembelajaran adalah proses Dallam
pembelajaran bukan materi toh dalam
Kurikulum 13 yang ada adalah kompetensi.
Peran
Guru di Era Revolusi Industri 4.0 atau Abad XXI
Tentang siswa belajar
untuk tahu , apakah semua ada dalam internet?tanya pak Indra. Kalau betul ,
semua ada dalam internet, mengapa guru masih berada di dalam kelas.?
Karena kolaborasi
antara guru dan siswa tidak akan bisa digantikan. Fungsi atau peran guru sampai
kapanpun tidak aakan berubah. Sebagai guru harus menjadi leader/ pemimpin,
contoh yang baik/ tauladan (jawa=digugu dan ditiru), motivator sekaligus
fasilitator.Sesuai apa yang disampaikan Ki Hajar Dewantara: “ Ing
ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.”
Di
era Revolusi Industri 4.0 , siswa jangan hanya disuapi, tetapi bagaimana mereka bisa mencari sendiri, kata
beliau dengan mantabz. Siswa didorong untuk bisa membuat portofolio di zaman
seperti sekarang ini, seperti vlog, blog, film maupun beragam aplikasi,
sehingga siswa akan menghasilkan karya yang lebih kreatif dan inovatif.
Materi terakhir yang
beliau sampaikan“ framework 3i “, yaitu
1.Infrasruktur, berkaitan
dengan sarana prasarana/ alat/ jalur
yang digunakan. Seperti dalam pembelajaran apakah menggunakan streaming video
terus ?, apakah ceramah terus?.Memaksimalkan pembelajaran secara online maupun
offline.
2.Infostruktur,
hal
ini berkaitan dengan informasi terstruktur, seperti domain sekolah. Sebaiknya
setiap sekolah memiliki domain sendiri-sendiri/ acunt sekolah (domain
sch).Karena kalau hanya menggunakan gmail
antara guru dan siswa tidak efektif.
Misalnya .
program office 365
3.Infokultur,
kultur
era digital tidak sama dengan non digital. Guru sebagai sumber informasi, maka
kultur era digital harus dibangun dan dibiasakan dalam llingkungan sekolah.
BETI TRIWAHYUNI
SMAN 2 PLAYEN
Comments
Post a Comment